#womancrushwednesday : Bethany Hamilton



WOMAN CRUSH WEDNESDAY: BETHANY HAMILTON



Bethany Hamilton. Beautiful huh? Dia salah satu surfer dari Hawaii, and as you can see, dia ngga punya tangan. Lo bisa nonton "Soul Surfer", terinspirasi dari bukunya dia. Ini film Kristen btw, jadi kalau ngga tertarik ngga papa juga. Gue bukan anak pantai, tapi logika gue; kalau surfing tanpa tangan, cara jaga keseimbangan gimana ya?

Dia ngga kehilangan tangan dari lahir by the way. She lost hers pas usia 13 tahun kalau ngga salah, pas dia baru menang 1 kompetisi dan dikontrak sama Rip Curl. Kehilangan hal crucial, sakit ya rasanya? Trauma? Sampai kapan?

Gue bukan expert, dan bukan orang yang tepat buat menjelaskan Post Traumatic Stress Disorder (PTSD). However, maybe some of us, stuck in the grudge that we've been holding for so long. Molested when you were a little, nasty divorce of your parents, dirty affair of your father, abusive parents, toxic mother. Digencet kakak kelas sampai ditelanjangin di jalan, dikatain brengsek sama guru depan kelas, ditinggal nikah sama pacar, ngga ditemenin sama anak-anak lain waktu SD karena dianggep "anak miskin". Or anything, that you secretly think when the door is closed. Any occasion, which made you think you are less worthy as a person.

The best advise is go see the expert. Cuma ya PSBB diperpanjang gini, terus ke expert will cost some of your money. I am not sure if that's best fit practice for today. Anyway, just like how Bethany Hamilton, kita bisa bangkit kalau lo mau. Kita bisa dapet apa yag kita afirmasi, kalau kita mau. Kita bisa peka apa tujuan Tuhan kasih pengalaman ngga enak ke kita, kalau mau. Caranya? Oh ya jelas susah, trial errornya banyak. Tapi hal pertama yang bisa lo lakukan sekarang, di antara tangisan dan kecemasan; belajar memaafkan.
"Tapi gue udah dijahatin begini dan begitu sama orang, ini ngga fair".
Siapa yang nyuruh lo maafin orang?
Maafin diri lo.


Maafkan gadis kecil yang terlalu penyayang, sehingga orang memanfaatkannya. Maafkan, anak perempuan 10 tahun yang ngerasa gagal menyatukan orang tuanya. Maafkan si centil yang punya benci dan iri melihat tempat pensil besi dan tas dorong mahal teman-teman sekelasnya. Satu lagi, maafkan perempuan dewasa yang punya sikap dan kebiasaan buruk, yang udah dibentuk bersama keluarganya sedari kecil. Maafkan perempuan yang punya keteratasan, karena kurangnya didikan orang tua sewaktu anak-anak. Yes, the woman who walks together in your mind, body and soul. Maafkan dia. Maafkan diri lo.

The future is still bright, trust me. But you have to discover your self, dig deeper the wisdom in you. Love that person, bukan cuma fokus sama kelebihannya. Jujur sama diri sendiri tentang apa yang kurang dan apa yang harus diasah. And at the end of the day, maafkan diri lo. Baru, lo bisa maafin orang lain, and forget about the suicidal thoughts.

Good luck.

Komentar